Pernah berusaha memasuki dunia orang lain? Tentu saja maksudnya bukan dunia lain, jangan mikir yang macam-macam. Seperti hokum alam, suatu hal pasti memiliki sebab dan akibat. Seperti hokum Newton III, tentunya memasuki dunia seseorang juga memiliki dampak positif dan negative terhadap diri kita sendiri.
Saya misalnya, mencoba memasuki dunia orang lain, terkadang menguras waktu, pikiran, dan perasaan. Dalam hal ini, saya ingin mundur saja. Baiklah, mari membahas aspek-aspek yang ada yaitu perasaan, pikiran, dan yang terakhir waktu. Anggap saja saya memasuki dunia teman saya sendiri.
Aspek pertama yaitu perasaan. Jadi ingat tentang ‘feed back’, Tentu saja dalam pertemanan kita membutuhkan perhatian dari teman kita tersebut. Terkadang jika kita sudah setulus hati memberi kasih sayang padanya, mungkin saja kita bertanya-tanya, “Tidak adakah sedikit balasan untukku?” Ini wajar, mengingat kita adalah manusia, kita teman dia, bukan ibunya—yang kasihnya sepanjang jalan. Sesuatu yang menguras perasaan dan hati, sungguh melelahkan menunggu feed back yang entah kapan datangnya.
Aspek kedua yaitu pikiran. Ayolah, seberapa banyak orang yang dimabuk cinta menghabiskan waktunya untuk memikirkan kekasihnya tersebut? Satu jam, dua jam, tiga jam, dua puluh empat jam? Jangan-jangan sampai mimpi pun terbawa-bawa. Hal yang kita rasakan selelu membuat kita berpikir, tentu saja dikecualikan pada seseorang yang mau peduli. Kebanyakan berpikir juga membuat gundah alias galau loh, makanya pikiran juga perlu dikontrol. Berpikir tentang apa misalnya? Tanyakan saja pada hatimu, mungkin begini. Kamu berpikir jam berapa dia buka facebook atau twitter, apa dia sudah makan, atau sedang tidur, apa yang dia pikirkan sekarang? Banyak sekali macamnya.
Terakhir ini yang sangat riskan, yaitu waktu. Banyak orang yang menghabiskan waktunya dengan sia-sia cuma karena satu hal yang dianggapnya paling baik. Bermula dari perasaan yang menimbulkan pikiran dan menghabiskan waktu tadi. Beruntunglah yang masih bisa mengendalikan waktunya, yang tidak? Bersiap-siaplah menghabiskan waktumu dengan sia-sia. Saya kadang juga begitu. Maka dari itu, sebenarnya pedui pada seseorang itu tidak harus menghabiskan perasaan, pikiran, dan waktu. Semua ada kadarnya, jika tidak bisa menjalankan semuanya secara seimbang, lebih baik melakukan semua dengan sewajarnya, jangan dipaksakan.
Kembalilah pada duniamu, jangan terlalu memaksakan diri untuk memasuki pikiran seseorang, tidak akan bisa. Jalani semua dengan sewajarnya, jangan berlebihan.








0 comments:
Posting Komentar