Sistem SKS VS Manula (Baca : Menjelang Kematian)


Ternyata selain kasus cicak lawan buaya, dan populernya cicak lawan Godzilla Biru, kini ada lagi, yaitu Sistem SKS VS Manula. Akh! Mungkin sedikit tidak nyambung, tapi inilah tugas penulis. Mari kita bahas saja biar terlihat korelasi antara sistem SKS dan Manula ini. Let’s check this out!
SKS (Sistem Kebut Semalam-red) adalah sistem yang biasa dipakai ketika menghadapi ujian. Bagaimana tidak, yang biasanya tak belajar lalu tiba-tiba ada ujian, yah di borong saja semalam! Pengertian seperti ini lebih populer dari SKS (Sistem Kredit Semester). Iya nggak? Jadi istilahnya, kalau mau ujian ya SKS aja!
Nah, kalau Manula.... (mari kita masuk ke alam religi) kan sudah tua. Istilahnya tinggal menunggu mati saja. tapi bukan bermaksud apa-apa ya. Kalau manula sudah mendekati angka kematian, pasti ibadahnya rajin sekali. Setiap hari, 5 kali sehari pasti ke Masjid untuk sholat berjamaah, terus kalau di rumah juga pasti sering mengaji dan berdoa. Juga yang sering penulis lihat adalah kalau orang tua itu bijaksana, iya kan? Seperti yang ada di pepatah, ‘makin tua makin bijaksana.’
Kenapa manula seperti itu? Ya, itu tadi. Karena akan menghadapi kematian. Lalu kenapa cuma Manula? Kenapa orang muda jarang yang bersikap baik dan ibadahnya rajin seperti manula? Iya, soalnya orang muda mengira umurnya masih panjang. Mereka mengira kalau mereka akan mati jika umurnya sudah lanjut. Makanya, kalau sudah tua ibadahnya jadi rajin. (Ini hanya untuk sebagian orang, sebenarnya masih banyak juga orang yang ibadahnya sangat baik tanpa mengenal umur)
Nah, kalau boleh saling menghubungakan, menurut penulis kematian itu hampir sama dengan ujian. Kenapa? Karena saat hidup di dunia, kita berlomba mencari amal baik sebanyak-banyaknya, dan itulah bekal kita di alam kubur dan di akhirat, setelah melewati kematian pastinya. Sama seperti ketika sekolah, kita berlomba-lomba mengumpulkan ilmu, untuk bekal kita menempuh ujian nanti. Kalau lulus, berarti kita selamat, tak perlu menanggung malu ataupun mengulang kembali.
Paham nggak sama maksudnya? Jadi kematian itu sama seperti ujian, dimana kita melewati tahap demi tahap untuk menentukan nasib kita selanjutnya. Apakah nasib yang baik atau buruk, itu tergantung hasil yang kita lakukan di dunia selama ini. (Jika anda belum mengerti, silahkan anda baca dua paragraf di atas ini berulang-ulang)
Nah, jika anda mengerti, mari kita lanjutnkan pembahasan ini. Kebanyakan orang memang melakukan sistem SKS untuk ujian, dan orang-orang mempersiapkan kematiannya ketika usianya senja. Kalau dipertanyakan, kok bisa seperti ini ya? Kita terkesan terburu-buru dalam mempersiapkan hal yang vital seperti itu, padahal waktu yang panjang telah diberikan pada kita semua.
Ada satu lagi ini, dimana seseorang itu tak memperdulikan kedua hal tersebut di atas. Masa bodohlah dengan semua itu, ia tak mempersiakan amal ataupun ketika ujiannya. Adakah yang seperti itu di masyarakat? Ada, bahkan banyak. Bahkan ada yang hanya mempersiapkan satu hal saja, seperti misalnya kematian atau hanya ujian.
Sepertinya penulis sudah cukup puas membeberkan pikirannya. Maka sudah saatnya tulisan ini diakhiri dengan satu pertanyaan, “Anda termasuk yang mana?” (Irma Garnesia)

    0 comments:

    Posting Komentar

    Copyright 2009 Aqueous Humor. All rights reserved.
    Sponsored by: Website Templates | Premium Wordpress Themes | consumer products. Distributed by: blogger template.
    Bloggerized by Miss Dothy