Sebelum menuliskan essay ini, penulis mendapat sebuah sms dari sepupunya yang tinggal di luar kota. Begini isinya,
“Liburan kemana?”
“Ke rumah,” (penulis menjawab dengan jujur dan polos)
“Ngapain aja?”
“Ngerjain pr…” (lagi-lagi menjawab dengan jujur dan polos)
“Oh sabar ya, aku bantu doa… ^^”
SMS diakhiri, penulis pun makin bingung. Ia berpikir, memangnya sabar dan doa bisa bikin PR selesai? Kalau sabar dalam menghadapi musibah mungkin masih mending, kalau sabar dalam bikin tugas? Aduh, seperti orang yang kena musibah saja. Terus, kalau doa bisa bikin pr cepat selesai? Oh di permak deh kalimatnya, “Aku doain biar stamina kamu kuat buat bikin PR.” Nah ini lebih bagus kan?
Flash back, saat terima rapor tanggal 18 November lalu, kita semua gempar. Kenapa? Selain nilai jelek atau nggak memuaskan, masih ada tugas yang diberikan selama liburan. Apa isi tugasnya? “Membuat 5 soal plus jawaban dari mata pelajaran yang di UN-kan.” Intinya kalau kelas XI IPA membuat soal Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris. Sedangkan yang lainnya penulis juga kurang tahu (dan tak ingin tahu).
Wah, mulai banyak komentar-komentar tak sedap yang ditangkap mata penulis. Pasti yang paling banyak adalah komentar tak setuju. Contohnya, “Liburan gini masih bikin PR? Tega!” Sebenarnya pengen jawab, “Kamu juga tega, ninggalin tugaas!” Atau komentar lain dari situs jejaring sosial Facebook, “Libur itu untuk istirahat, bukannya untuk bikin tugas!” Masih banyak lagi yang lainnya yang dengan berbagai mode.
Kurang masuk akal dengan judulnya. Memang, korelasinya jauh. Tapi mari kita hubungkan. Judul Time Is Money, siapa yang tak tahu dengan motto hidup yang telah banyak mengisi biodata orang-orang ini? Katanya time is money, tapi ini waktu libur hanya diisi dengan istirahat tok. Istirahat sih istirahat, tapi kerja otak jangan diistirahatkan selama-lamanya dong!
Ngomong-ngomong istilah time is money itu kebanyakan dipakai di Barat ya? Mengutip dari Mario Teguh, “Memiliki waktu tidak menjadikan kita kaya, tetapi menggunakannya dengan baik adalah sumber dari kekayaan.” Nah kalau ini sih nyambung dengan istilah time is money.
Tapi penulis lebih suka memakai istilah dari Arab ini, ‘waktu adalah pedang.’ Wah keren, waktu diibaratkan dengan pedang. Bagi yang bisa menggunakannya dengan baik, maka ia akan memenangkan peperangan, tapi bagi yang tak bisa menggunakannya dengan baik, maka matilah ia terhunud oleh pedangnya itu. Bahaya itu!
Sekarang kembali ke topik pertama, yaitu PR selama liburan. Kalau dipikir-pikir, memang sih. Liburan itu untuk merefleksi akal dan rasa, menenangkan otak sementara, dan yang pasti buat refreshing. Tapi itu tadi, sebaiknya ya jangan berlebihan. Otak ya jangan dipaksa untuk terlalu banyak bekerja ataupun tak bekerja sama sekali. Liburan itu sama dengan waktu yang berlebih-lebih. Selagi ada kesempatan, buatlah sesuatu yang menyenangkan. Intinya, isi waktu luang deh!
Yang penting itu, manfaatkan waktu liburan yang banyak ini dengan sebaik-baiknya. Jangan sampai tak memiliki kekayaan waktu seperti di istilah time is money, atau malah mati terbunuh seperti di waktu adalah pedang. Nah, mau memilih istilah yang mana? (Irma Garnesia, SMA N 1 Padang)









0 comments:
Posting Komentar